Wong urip neng alam ndonya niki janji mboten pekok, pikiran digawe encer, senajan ra duwe ya bisa nyandhang, bisa madhang, bisa netepi kelumrahan. Ning nek wong pekok kancane setan. Nek mboten pekok setan ra doyan, " (Mbah Suparni). Secara umum, makna dari tuturan ini adalah, " Orang hidup di dunia ini asal tidak gampang marah, pikiran tetap encer, meskipun tidak punya (harta) ya tetap bisa berpakaian, bisa makan, bisa mengikuti kelumrahan hidup. Namun kalau gampang marah akan menjadi teman setan. Kalau tidak gampang marah, setan tak berani mendekat" Fenomena istilah “Pekok” yang dipopulerkan oleh Mbah Suparni dan viral di media sosial, sebenarnya adalah khasanah sosiologis idiom masyarakat Jawa, untuk menyebut dan menunjuk pada karakter yang labil dan mudah tersulut. Namun demikian, ia juga terkadang sebagai pelengkap persahabatan jika seseorang merajuk, marah, maka akan terlontar kalimat dari lawan bicaranya “ Ojo Pekok ” atau jangan ngambek, jangan mara...
Komentar
Posting Komentar